Welcome to Ende (AmazingNTT part 1)

8:19:00 AM


bukan hal mudah untuk memutuskan lebih memilih perjalanan  ke Indonesia Timur dibanding perjalanan ke luar Indonesia, dari sisi biaya transportasi saja sudah terlihat, untuk mencapai Indonesia bagian timur, harga tiket pesawat yang ditawarkan bisa dibilang sama dengan harga tiket pesawat promo dengan tujuan asia tenggara sampai asia timur. Untuk orang kota kaya gue atau seperti kebanyakan orang Jakarta lainnya mungkin berfikir jalan jalan ke luar negri leih bergengsi, toh biaya yang dihabiskan juga sama. Bahkan ketika awal direncanakannya trip ini, gue sempat menawarkan teman gue dengan harapan lebih banyak orang yang ikut lebih murah untuk biaya patungan pd saat trip berlangsung, pas gue menyebutkan berapa budget yang harus dikeluarkan, teman gue ini menolak mentah mentah dengan mengucapkan “yaelah uang segitu mendingan gue jalan ke Singapur” padahal, teman gue ini sudah lima kali ke Singapur. -__-

Perjalanan gue ke NTT kali ini beranggotakan tiga orang yang awalnya lima orang, karena beberapa alasan, akhirnya mereka mundur. Tiga orang ini yaitu, Gue, Raisa, Shinta. Perempuan semua ? yep ! ga takut apa perempuan semua ke wilayah timur yang kalian belum pun belum tau keadaannya gimana ? jawabannya “Takut !” haha, tapi diberani-beraniin aja. Kalau takut terus sih, kapan jalannya ? :D. Perencanan trip ini yaitu 6 bulan sebelum deadline keberangkatan, Lama banget ? Soalnya kita ngincer tiket murah :D.


Tanggal 20 Januari 2014, kita berangkat dari kota masing masing dan bertemu di Bandara Ngurah Rai. Sempat ragu bahakan trip ke NTT ini hampir dibatalkan, Karena pada tanggal segitu rumah gue dan Shinta sedang terkena banjir Jakarta, ditambah saat itu cuaca sedang buruk. Tapi bemodalkan nekat dan ga mau rugi udah beli tiket yang harganya sama kaya tiket ke Jepang. Akhirnya kita take off dengan destinasi Denpasar-Ende menggunakan pesawat wings air berbaling baling yang khusus dioperasikan untuk ke wilayah bagian timur dengan harga tiket 980.000/orang. Pesawatnya kecil, kabinnya aja kecil banget, kapasitas orangnya paling Cuma 20-25 orang. Selama di pesawat jangan tidur, soalnya view nya keren bangeett !!!


akhirnya sampe di bandara ende, minta fotoin orang dulu mumpung sepi


Satu setengah jam berlalu, Sesampainya di  bandara Ende (Bandar Udara H.H.Aroeboesman), langsung di serbu sama orang orang Flores yang nawarin jawa travel atau tour dengan logat ucapan yang keras, Salahnya adalah, ketika keluar dari pintu exit bandara muka kita keliatan bingung semua, padahal udah di bikin sok cool tapi tetep aja keliatan paniknya di serbu orang segitu banyak. Bener bener ga ada ruang sedikitpun, kami mau diskusi pun diikutin, bahkan masuk ruang satpam diikutin juga. Gak ada transportasi umum sama sekali, karena pada saat itu jam tiba kita juga sudah sore yaitu jam 15.00. Akhirnya kita milih naik ojek buat ke pangkalan travel dengan biaya 50.000/3 orang. Sampe di pangkalan travel bingung lagi, diserbu lagi, ditawarin macam macam lagi. Dan akhirnya kita dapet travel dengan budget yang sesuai untuk mencapai Desa Moni yaitu 70.000/orang. Pada saat itu terdengar suara “duduk dulu saja, masih lama ini berangkat, masih menunggu beberapa orang supaya penuh” dengan logat flores nya yang kental. Ketika kami ber tiga duduk, ada pria muda local yang menghampiri kami dan bertanya dengan ramah tapi tetap dengan logat keras khas Flores. Ternyata di tawarin gratis buat naik ke danau kelimutu. Saat itu kita merasa ya senang senang aja, tukeran no hp (yang di kasi nomor hp raisa aja, karena gue sm shinta gamau haha). Yah lumayan hemat ojek yang harusnya pp 200.000/orang jadi gratis ! hehe.


Berangkatlah kami dari pangkalan travel itu menuju desa moni, itu foto travelnya platnya kuning. Dengan jangka waktunya 2 jam, tapi jangan harap jalannya mulus mulus aja, jalannya belak belok naik turun. 1 jam berlalu, mobil kita berenti yang ternyata sedang ada longsor dan tidak bisa dilintasi. Akhirnya nunggu sejam an, foto foto aja deh.
sambil nunggu, penumpang turun trus foto foto deh (kita aja yg foto foto)

Sampai di desa moni hari udah gelap, kita langsung menuju ke penginapan Hidayah Hotel dengan rate 250.000/malam/3 orang. Kamarnya lumayan bersih, kasurnya ada 2 (kasur kayu), ada bedcovernya, dan ada air hangatnya !! (di desa moni dingin banget). Karena kita kelaperan banget, naik wings air ga dikasi makan, kita langsung ke restoran hidayah di sebelahnya, makan yang paling murah Cuma nasi goreng ! (25.000) + teh hangat (5000).

Setelah melepas rasa lelah, kita semua terdiam dan berfikir “besok serius nih jam 4 pagi kita mau nerima tawaran mas-mas itu?” Semua pra sangka buruk timbul di ota “ masa iya ada orang sebaik itu nawarin gratis ber tiga lagi?” udah gitu dia ga boleh bilang bilang orang lagi ! nanti kalo kita diculik dibawa kabur gimana ? mana gelap lagi pagi pagi buta, kita cewe semua, temen temennya yang lain aja kita gatau kaya apa bentuknya. Googling deh coba ! dan beginilah percakapan tolol kita...
Kadek : googling keywordnya apaan ?
Sinta : sini deh iphone nya gue aja (shinta ngetik)
Terus gue ngintip ternyata dia nulis keyword “orang flores jahat apa baik” “orang flores ojek gratis kelimutu” “watak orang flores” “kriminalitas di danau kelimutu” dan lain lain yang akhirnya ga nemu jawabannya semua keyword bego itu. Yaudah deh tidur aja. Berdoa aja besok lancar.

You Might Also Like

0 comments