7 Puncak Gunung bersama Air Asia - Bagaimana Air Asia mengubah hidupmu

7:57:00 AM

Air asia dan puncak gunung itu sama. Sama-sama nagih !

"sebenernya apa enaknya sih capek-capek mendaki gunung ? Ngapain sih ngabisin duit buat ke gunung ? padahal nyatanya lebih enak tidur di rumah, nongkrong di kafe sama teman"

Saya lupa tepatnya kapan saya mulai mencintai gunung, yang saya ingat semua itu dimulai dari sebuah ucapan. 
kata anggey "naik gunung itu membawa keberuntungan", hingga saya berhasil membuktikannya sendiri. 



Lahir dan mengenyam ilmu di tanah air, sejak dini saya selalu di banjiri dengan keindahan alam negeri ini, letak geografis yang membuat Indonesia memiliki puncak-puncak gunung nan menawan.

Dulu, untuk berdiri di satu puncak gunung hanya ada di lamunan, untuk berdiri di semua puncak gunung yang ada di Indonesia terasa hanya sekedar mimpi, mimpi yang selalu hadir dan tidak pernah pudar seperti kekokohan dan aura agung yang terpancar dari sang penguasa langit.

Gunung itu selalu indah di frame kamera, dan selalu nyaman untuk di kunjungi. Bukan, bukan hanya keindahannya yang menyihir, melainkan atmosfir yang di dapat ketika berada di hamparan bukit yang di penuhi dengan bunga edelwis, kesegaran udara yang di hirup, cahaya bulan dan bintang yang menjadi satu satunya sumber cahaya, tanpa hiruk pikuk. Tenang.

Katanya cinta pertama datang tiba-tiba, tapi cinta terhadap gunung datang melalui proses. Proses dari sebuah kekaguman besar yang menjelma menjadi sebuah usaha hingga akhirnya sampai pada suatu pencapaian. Sungguh bukan hal mudah menjadikan pendakian gunung sebagai salah satu kegemaran,  di butuhkan banyak pengorbanan, kestabilan fisik, dan mental yang selalu harus bangkit.

Menyerah dalam sebuah perjalanan menuju puncak adalah hal yang selalu harus di hadapi, tapi saat ini lah semua pertanyaan yang dulu sempat muncul langsung terjawab. Mengeluarkan uang dan tenaga yang sebegitu besar untuk bisa melihat dan merasakan sesuatu yang akan sulit di temukan di tempat lain, dan pengalaman-pengalaman baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya. 

Satu hal yang selalu di dapat dari sebuah pendakian. Gunung mengajarkan dan memberi kesan yang dalam akan sebuah toleransi, kebersamaan, sikap tolong menolong, dan keramah-tamahan. Kekokohan gunung menginspirasi bagaimana bisa tetap tegak dan kokoh dalam menghadapi kehidupan, mengenalkan akan sebuah prinsip bahwa untuk mencapai tujuan harus tekun menjalaninya tahap demi tahap.

Rasanya tak mungkin untuk menggapai puncak-puncak gunung di Indonesia, negeri ini terlalu luas untuk dijelajahi. Terlalu banyak pulau yang harus di sebrangi dan terlalu banyak dana yang harus di keluarkan. Alasan itu yang membuat nya hanya menjadi mimpi, mimpi yang sekarang berubah menjadi ambisi. Air asia mengubah sebuah mimpi gadis penikmat gunung menjadi sebuah kenyataan. Promo tiket air asia membantu untuk mewujudkan imipian berdiri di puncak gunung yang tersebar luas di Indonesia. 


Penginjakan kaki di puncak gunung pertama di luar pulau Jawa, masih teringat jelas saat itu perjalanan dimulai dari penerbangan Jakarta-Bali menggunakan air asia. Memanfaatkan tiket promo yang di beli setahun sebelumnya. Satu mimpi di Gunung Rinjani terealisasikan, Puncak Gunung Tambora yang menyusul setahun berikutnya, lagi-lagi menggunakan Air Asia. Jatuh cinta dengan puncak Anjani membuat saya datang kembali mengunjunginya. Negara kepulauan ini sekarang sudah tidak jadi penghambat untuk menggapai setiap titik negeri ini. Air Asia berhasil menyatukannya dengan cara lain, dengan cara membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Air Asia merubah khayalan menjadi kenyataan. Now Everyone can fly !

Saya dan anggey Belajar dari sebuah proses yang diberikan oleh sang penguasa langit, jiwa kami tergugah untuk tidak duduk diam. Negeri ini kaya, negri ini indah, dan kita bangsa ini yang harus bisa mengembangkannya. Berangkat dari kesukaan kami naik gunung yang sedikit demi sedikit terealisasikan, kami mengikuti beberapa lomba yang berkaitan dengan alam. Hingga akhirnya kami terpilih sebagai pemenang di salah satu lomba foto yang dilaksanakan oleh brand jeans ternama dengan jumlah hadiah yang cukup besar. Tanpa disadari, keberuntungan itu datang di pengalaman pertama saya mendaki gunung. Ketertarikan akan keindahan foto dan cerita di balik perjalanan menjadi titik fokus sang pencari berita. 

Saya dan anggey saat memenangkan sebuah kontes foto, terpilih dari hasil jepretan kami saat pendakian gunung.
Sungguh, keberuntungan datang dengan sendirinya, tawaran menjadi contributor di web travelling berdatangan, puluhan ribu orang menyukai foto foto yang kami unggah di sosial media. Mereka menganggap kami sebagai inspirasi perwakilan sang alam.

Hidup kami berubah, kami mulai menjadikan hal yang kami sukai menjadi sumber penghasilan, berputar terus menerus untuk menghasilkan sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang. Rupiah demi rupiah mengalir dan tidak ada lain hal di dunia ini yang lebih menyenangkan dari "melakukan hobi yang dibayar". 


Memang persahabatan kami belum lama, tapi kesamaan akan memandang hidup membuat kami memiliki satu misi "mengenalkan sang alam". Satu misi yang terus kami pegang teguh. Kami sadar tidak akan ada hasil tanpa ada aksi, tidak akan ada rencana tanpa adanya proklamator, tidak akan ada pengembangan tanpa adanya inspirator. Kami dua wanita muda yang mungkin terlalu mencintai alam. Dua wanita yang dulu mencari inspirasi, tapi kini saling menginspirasi. Dan dua wanita yang akan terus berjalan dari puncak ke puncak, dari Indonesia, Asia, Australia hingga pada puncak tertinggi bumi ini "Mount Everest".

Diawali dari sebuah mimpi yang berhasil di jembatani oleh Air Asia, Anggey, sahabat yang menjadi inspirasi saya dan air asia lah yang mengubah hidup saya.

Terima kasih atas 7 puncak gunung yang sudah terealisasikan Air Asia !

Sincerely,
@kadekarini and @anggeyanggraini


Tulisan ini diikutsertakan lomba blog merayakan 10 tahun AirAsia di Indonesia dengan tema “Bagaimana AirAsia Mengubah Hidupmu?”


You Might Also Like

0 comments