Photo Story : Potrait Pagi Pasar Kanoman Cirebon

7:38:00 PM


Sepertinya sudah begitu lama terakhir saya berkunjung ke pasar tradisional. Berkunjung ke Pasar tradisional seperti memberikan ingatan flashback ketika saya masih kecil dan masih sangat menikmati berbagai jajan pasar dan mainan sederhana khas pasar yang berjajaran di jual. Ketika berkunjung ke Pasar Kanoman yang terletak tepat di depan Kasultanan Kanoman, saya menemukan kembali jiwa pasar yang tidak pernah berubah. Berikut adalah foto-foto kegiatan yang diambil pada pukul 09.00 - 11.00 di Pasar Kanoman, Cirebon
Beragam macam yang di jual di Pasar Kanoman, mulai dari buah-buahan.
Buah manggis khas Cirebon yang ukurannya lebih kecil dari manggis kebanyakan. Diameternya hanya sebesar bola pingpong.
Seperi halnya buah-buahan, sayuan juga di jual di Pasar Kanoman.
Pelangganan yang sedang membawa sayur kangkung hasil belanja nya di Pasar Kanoman menggunakan bakul bukan plastik kresek.
Bapak penjual petai yang sedang membungkuskan pesanan pelanggan.
Ibu penjual yang sedang menyisihkan biji cabai di Pasar Kanoman

Selain buah-buahan, sayuran, dan bumbu dapur, Pasar Kanoman juga menjual lauk-pauk mentah seperti ikan, udang, daging ayam, dsb.
Ibu penjual ikan segar dengan dagangannya
Udang rebon yang merupaan salah satu ciri khas Cirebon. Biasanya mudah di temukan pada abon dan kuah mpek-mpek
Ikan Asin yang sudah diasinkan, salah satu favorit saya, dimakan dengan nasi hangat dan sambal terasi :D
Kepiting hidup yang capit nya di ikat. Biasanya di rebus dalam bentuk terikat baru kemudian ikatannya di buka untuk dimasak lebih lanjut.
Suasana Pagi di Pasar Kanoman Cirebon di ambil dari lantai 2 pasar.
Rujak khas Cirebon yang bisa ditemukan di beberapa sudut pasar

Mainan perahu yang sangat dikenal saat saya masih sekolah dasar 15 tahun yang lalu. Baru tau ternyata mainan ini adalah khas Cirebon.
Selain bahan makanan mentah dan basah, Pasar Kanoman juga menjual biji kopi
Adapun toko kue pasar yang selalu di ramaikan oleh pembeli. Biasanya para pembeli menjual nya lagi di lingkungan rumahnya. Atau biasanya pemebeli membeli kue tradisional di Pasar untuk keperluan catering.
Tahu Sumedang yang di gunakan pada tahu gejrot.
Semakin munculya era modern, pasar tradisonal semakin di tinggalkan. Mungkin saya orang yang paling sedih kalau sampai pasar tradisional tergusur oleh waktu dan gaya hidup. 

ps : Untuk melihat liputan dan foto foto lainnya bisa di klik dengan hashtag #PesonaCirebon via twitter atau instagram.


Cheers,
Kadekarini
website : www.kadekarini.com
Instagram : @kadekarini
twitter : @kadekarini
snapchat : kadekarini
steller : kadekarini



You Might Also Like

0 comments