7 Destinasi Menarik di Okayama, Jepang

3:59:00 AM



Itinerary perjalanan ke Jepang kali ini terasa lebih menarik, karena aku pergi didampingi dengan Japan National Tourism Organization (JNTO). Aku direkomendasikan destinasi wisata yang memiliki potensi namun belum banyak ter-expose oleh sosial media. Dari Hiroshima, kami naik ke atas melanjutkan perjalanan ke Okayama. Belum banyak yang membahas tentag Okayama, padahal terdapat tempat-tempat unik untuk mengetahui tentang Jepang lebih dalam lagi.

Berpakaian Seperti Ratu Jepang di Okayama Castle
Jepang memang selalu identik dengan Castle, di setiap kota pasti memiliki masing-masing castle lengkap dengan taman nya. Dahulu, Okayama Castle terdiri dari 7 bangunan istana, namun karena tidak ada yang merawat akhirnya dihancurkan dan disisakan satu untuk dilestarikan dan dijadikan ikon dari Okayama.


Bangunan Okayama Castle berwarna hitam, yang menyimbolkan kegagahan. Antara taman dan bangunan istana dibelah oleh sebuah sungai. Dan jika ingin melihat pemandangan sungai dan jembatan yang cantik, kita bisa naik ke lantai paling atas di Okayama Castle.
 

Di dalam Okayama Castle, kita juga bisa berpakaian ala Ratu Jepang pada jaman nya. Lengkap dengan Kimono dan wig di kepala. Disinilah, aku tertawa geli ketika melihat diriku sendiri di kaca.

Berjalan Romantis di Park Iluminate Okayama
Bejalan menyebrangi jembatan, kami menuju sebuah taman cantik yang dibuat dengan konsep lights up. Taman ini bukan hanya bisa dinikmati saat siang hari saja, tapi juga malam hari dengan hiasan lampu-lampu LED membentuk sebuah benda seperti payung untuk memberikan kesan romantis.
 

Kalau siang hari, banyak anak-anak SD di taman ini yang latihan bahasa inggris mengenakan baju dengan tulisan “talk to me”. Mereka dilatih untuk bisa menjelaskan tentang taman ini kepada turis internasional.

Mengetahui Sejarah Jeans di Betty Smiths Jeans Museum
Museum tentang jeans, yess this is what I mean interesting ! Selama ini kalau datang ke museum biasanya tentang seni atau sejarah adat. Tapi ini museum tentang jeans. Museum Jeans ini disupport oleh brand Jeans Jepang bernama Betty Smiths dengan tujuan agar lebih mudah untuk dipelajari oleh anak-anak Sekolah Dasar. 


Awalnya, daerah ini dihuni oleh penduduk yang mayoritas membuat jeans sampai akhirnya dibuatkan sebuah museum. Seiring banyaknya pengunjung yang datang dengan total 50.000/tahun, semakin berkembang lah atraksi yang ada di sini. Banyak pengunjung yang menanyakan “Kenapa hanya ada museum ?” Kenapa gak bisa beli ?” “Kenapa gak bisa bikin sendiri?”. Sampai akhirnya, dibangun lah store dan workshop untuk para tamu jika ingin memiliki pengalaman membuat jeans sendiri.

 
Sedikit membahas tentang sejarah jeans. Dahulu, material jeans berasal dari bahan keras yang biasa digunakan untuk atap kuda, kemudian di celup indigo biru untuk menghindari serangga. Jadi, jeans itu pakaian yang di gunakan oleh para buruh jaman dahulu, dan kemudian terus berkembang menjadi fashion sampai tahun sekarang.


Di Betty Smiths Jeans Museum, kami berkesempatan untuk membuat sebuah strap berbahan jeans. Kami diminta memilih material jeans dan kancingnya untuk mempercantik, kemudian di proses di mesin untuk bisa digunakan.

Surga nya Brand Jeans Jepang di Kojima Jeans Street
Sepuluh menit dari Betty Smiths Jeans Museum, sampailah kami di Kojima Jeans Street. Ya betul, di sepanjang jalan Kojima ini, terdapat banyak otlet-otlet lokal Jepang yang menjual jeans.
 

 
Aku berhasil membeli sebuah jeans warna putih yang saat itu diskon 50% jadi seharga 4.500 yen. Ada juga brand jeans Momotaro yang saat ini sedang naik daun di Indonesia.

Toko dan Café Unik Kurashiki Bikan Historical Quarter
Tempat favorit kedua di Okayama, yaitu Kurashiki Bikan Historical Quarter. Sepintas mirip seperti Higashiyama yang ada di Kyoto. Komplek kota tua yang dijadikan toko-toko. Yang menarik adalah, bukan hanya toko menjual souvenir tapi juga banyak café-café berkonsep unik. Di bagian depan ada Cat café dan Shiba Inu (anjing jenis Hachiko) Café.
 


Kami juga berkesempatan untuk coba membuat kueh khas dari Okayama. Biasanya kueh ini dijadikan oleh-oleh. Bentuknya seperti crepes dengan kacang merah di dalamnya.
 

Karena masih satu area dengan Kojima Street Jeans, di Kurashiki kita bisa datang ke café yang menjual denim ice cream dan bakpao ice cream. Tapi tenang saja, karena di Jepang tidak diperbolehkan menggunakan bahan pewarna makanan, jadi warna birunya berasal dari buah Gardenia.


Kemudian kita datang ke workshop dan store masking tape atau biasa kita sebut dengan isolasi kertas. Memang masking Tape ini sangat terkenal di Jepang dan biasa di gunakan untuk mempercantik craft. Disini kita bisa pilih berbagai macam jenis motif masking tape untuk koleksi maupun oleh-oleh
 

Yang terkenal dari Kurashiki adalah terdapatnya kanal di sepanjang jalan area ini. Sayangnya hari itu sedang hujan, kalau tidak hujan, ada sebuah perahu yang bisa di sewa untuk berkeliling menyusuri kanal. Dahulu Kurashiki ini merupakan sebuah pelabuhan dimana perahu dijadikan sebagai transportasi utama penduduk yang ingin pergi ke pasar.
 
Desa Cantik di Tomonoura Village
Kalau dari Okayama ingin melanjutkan arah ke Hiroshima atau sebaliknya, kita akan melewati Tomonoura. Kota pelabuhan ini di kenal sebagai kota dimana kartun Ponyo berasal. Kota Tomonoura terletak diantara Hiroshima dan Okayama, dan jika mau mengunjungi Hiroshima atau Okayama, bisa mampir ke Tomonoura.
 

Tomonoura Village adalah desa pelabuhan yang sangat cantik dengan arsitektur tradisional Jepang. Mirip seperti Gion, Kyoto tapi disini suasananya lebih tenang dan sepi. Masih banyak warga lokal yang tinggal di rumah-rumah tua ini. Beberapa ada yang suka duduk di pinggir monumen sambil bercengkrama.
 

Lunch with View in Tomonoura Ofutei
Lunch with a view ! ini adalah pengalaman pertama ku makan siang ala Jepang lengkap dengan interior khas Jepang. Tomonoura Ofutei ini adalah sebuah hotel yang juga memiliki restoran. Selain Miyajima Island, Tomonoura juga di jadikan lokasi shooting film Wolverine 2.
 



Manager nya mengatakan, beberapa cast dan crew juga menginap di hotel ini selama mereka shooting. Kami juga di ajak naik ke lantai paling atas untuk melihat pemandangan Tomonoura dari atas.



Okayama ini menurutku sangat menarik, karena masih ada beberapa area yang masih asli Jepang. Dan bisa menjadi alternatif kunjungan anti mainstream di Jepang.





Cheers,
Kadek Arini

FOLLOW ME ON
Instagram : @kadekarini
YouTube : Kadekarini

You Might Also Like

0 comments