One Day Trip Kyoto (Japan Part 6)

1:16:00 PM

Sebelum baca ke bawah, bisa diamatin dulu peta wisata Kyoto.
Kyoto, salah satu kota di Jepang yang dikenal para wisatawan sebagai kota yang masih memiliki peninggalan kebudayaan Jepang yang sangat kental. Kyoto yang bisa ditempuh dalam waktu satu jam menggunakan kereta dari Osaka ini salah satu tempat favorit gue. Tidak cukup waktu lama untuk mengeksplor tempat-tempat wisata di Kyoto. Cukup 1 hari saja, gue sih maunya lebih lama, tapi apa daya, di Kyoto gak ada tempat yg bisa di tumpangin buat tidur hehe *kadekarini si mental nebeng.

Perjalanan di Kyoto dimulai dari Kyoto Station yang membuat mata gue melongo. Yaa gimana engga kalo bangunannya aja keren banget kaya gini. Nama arsiteknya Hiroshi Hara, salah satu alasan kenapa gue penasaran banget sama Jepang adalah :

"Negara Jepang masih bisa menyelaraskan antara kemajuan teknologi dengan kebudayaan tradisional"

Kyoto Station adalah contoh bangunan modern di Jepang, tapi bangunan tradisionalnya juga di konservasi, sehingga menarik untuk di kunjungi.

Stasiun Kyoto
keluar stasiun seperti biasa cari maps terus debat.
Stasiun Kyoto
Stasiun Kyoto

Fushimi Inari, Kyoto

Fushimi Inari

Fushimi Inari
Destinasi pertama adalah Fushimi Inari, tempat wisata yang paling mudah untuk diakses, hanya 5 menit dari Kyoto Station menggunakan jalur Nara Line kemudian turun di JR Inari Station langsung muncul di gerbang Fushimi Inari. Saatnya eksplorasi kuil tradisional Jepang. Bayar tiket masuk ? engga dong, gratis aja :D
Fushimi Inari itu adalah sebuah shrine, di Jepang memang kebanyakan objek wisata nya berbentuk Shrine, 

Shrine nya ini sendiri sebenarnya gak monoton, masing masing memiliki ciri khas sendiri, dilihat dari analogi bangunan, lokasi, atau kebudayaan. Nah salah satu yang khas di Fushimi Inari ini adalah 1000 gates nya dan dominasi warna orange pada kuil. Pernah nonton film "Memoirs of Geisha"? pasti familiar deh sama tempat ini.

Gue ngerasa lingkungan di sekitar Fushimi Inari, lovable banget, countryside banget deh, banyak toko-toko bunga lucu. Restoran kuno yang kecil kecil, gue sempet coba makan di salah satu restoran kecil, dan gue makan udon..........(lupa lanjutannya) dengan harga 700 yen. Mahal ya, ya emang sih porsinya banyak, tapi kan ga abis juga, perut gue kan perut nasi kucing, cuma badan doang yang nasi padang.

air suci yang untuk cuci muka
karena airnya dingin seger banget, terus gue minum deh, dan gak tau ternyata gak boleh diminum. Jeng-jeng maaf ya penunggu kuil.


restaurant di Kyoto

toko bunga yang banyak ada di Kyoto

Higashiyama

"ah i really love this place !"

Gue beruntung banget dengan waktu singkat gue di Kyoto, Bryan cukup membantu gue memperkenalkan bagaimana Kota Kyoto. Ya walaupun caranya gak manusiawi sih "selama jalan - jalan keliling Kyoto dari jam 10.00 sampai jam 17.00 kita terpaksa jalan kaki. Alasan nya sih "ya namanya juga jalan-jalan, supaya lo lebih mengenal dan eksplorasi Kyoto" dan itu semua worth it. Thank's bro !

higashiyma tampak atas
Higashiyama, sebuah district tradisional Kyoto yang sudah di manage sebagai tempat wisata. Yah, bisa dibilang pasar wisata dengan tema tradisional. Sepanjang menelusuri jalan Higashiyama kita akan disuguhi oleh suasana khas tradisional Jepang, tapi bangunan di sekeliling bukanlah sebuah rumah hunian melainkan sudah menjadi restaurant, toko souvenir, kios-kios, dan lain lain. 

Di sepanjang jalan ini akan banyak ditemukan toko oleh-oleh yang menyediakan tester, gak mampu beli cemilan Jepang ? jangan khawatir, ikutin aja jejak gue "cobain semua tester !" entah saking rakus atau penasarannya, sampai jahe pun gue cobain ! enak ? engga banget, karena yang gue cobain adalah ternyata semacam acarnya Jepang, yak selamat di bayangkan rasanya !
katanya nyobain tester, tapi semua rasa di coba, terus ngambilnya masing masing dua.
Jalan di Higashiyama kaya gak ada habisnya, semua toko kaya pengen gue masukkin, apalagi waktu di studio ghibli, barangnya lucu-lucu banget, tapi karena gue sadar diri jadi gak usah lama-lama dalam toko langsung keluar, daripada ngiler. Di daerah H.igashiyama juga banyak banget yang menjual ice cream green tea, cobain satu-satu di tiap toko ah ! "tapi ga usah beli, nyicipin punya temen yg beli aja!" hahaha
Kalau sudah jalan sampai puncak, nanti kita bisa melihat higashiyama dari atas, "krik" ah memang tempat yang bagus untuk didokumentasikan dalam kamera, dramatis Jepang nya dapet banget. Bisa di bilang Kyoto ini kalau di Indonesia mungkin seperti Yogyakarta, khas budaya nya masih terlihat sekali.

Ice Cream Green Tea, kalo di rupiahin harganya 35,000, tapi enak, apalagi kalo nyoba gratisan :p
Gion, District of Geisha

Jalan di Gion
Kurang lengkap rasanya kalau sudah ke Kyoto tapi gak mampir ke Gion. Gion ini dikenal dengan district nya para geisha atau kalau di Kyoto disebutnya geiko. Jalan di Gion ini unik banget, berasa lagi jalan di studio theme park gitu hehe. Bangunannya unik-unik, masih kental dengan bangnan khas tradisional Jepang yang di dominasi dengan kayu. Sebenarnya di Gion ini sendiri tidak ada objek wisata yang membuat kita aktif sih, ya hanya sight seeing ngerasain ambience Jepang tempo dulu saja. 

Kotak Post nya klasik gitu, bagus yaa.

Karena kebanyakan bangunan yang ada di sepanjang jalan Gion sudah digunakan untuk restaurant ekslusif. Yah menurut gue sih ga apa-apa, memadukan arsitektur tradisional dengan fungsi bangunan yang modern, merupakan suatu hal yang hebat. Jarang-jarang lho di Indonesia, kebanyakan restaurant mahal, ya bangunannya juga modern yang megah, atau di hotel sekalipun. Jarang banget ada restaurant berkonsep eksklusif yang memanfaatkan rumah minang misalnya, sebagai tempatnya.

Tata Kota Kyoto

Tanpa gue sadari, ketika berjalan di sepanjang kota Kyoto, gue ngerasa kaya lagi jalan di New York *ceilah emang udah pernah ke NYC ?* Ya belum sih, ngeliat di TV aja. hahaha. Nope, Maksud gue, gedung-gedungnya itu tertata rapih, dan memiliki perspektif yang tegas. Dan ternyata benar aja ketika Bryan bilang "di Kyoto ini bangunannya bentuknya tegak lurus, jadi gak mungkin ada jalan miring sedikit derajat pun, kalau di lihat dari peta atas, kota Kyoto bentuknya simetris tegak lurus, dan ini cuma di Kyoto doang, makanya kotanya terlihat rapih" wihh gue gak salah pilih guide kan ? Bryan udah kaya wikipedia Jepang !

jembatan sungai yang membelah Kyoto mirip spseri di Amsterdam.
Cewe cewe Jepangnya malah kesenengan di ajak narsis pake tongsis.

Cheers,
Kadekarini








You Might Also Like

0 comments