Hiroshima Punya Rabbit Island di Okunoshima

2:44:00 AM


Masih di Hiroshima, hari ke dua saya pergi ke Rabbit Island. Yes it is an island that full of rabbits. Selama ini yang saya tahu Jepang memiliki area yang di penuhi rusa di daerah Nara, atau Fox Village di Miyagi, tapi saya baru tahu kalau Jepang juga memiliki sebuah pulau yang di huni oleh ratusan kelinci liar.
 


Rabbit Island atau nama aslinya adalah Okunoshima terletak masih dekat dengan Hiroshima. Dari Hotel kami di Miyajima, kami naik mobil Bersama dengan tim JNTO (Japan National Tourism Organization) menuju ke pelabuhan untuk menyebrang ke Okunoshima. Ada dua cara untuk menyebrang ke Okunoshima yaitu menggunakan kapal atau ferry. Waktu menyebrang kurang lebih sekitar 30 menit.
 


Pulau Kelinci ini relatif kecil dan kita bisa eksplor dengan berjalan kaki atau menyewa sepedah. Ketika sampai di pelabuhan Okunoshima, lebih baik berjalan kearah kiri karena daerah ini dimana biasanya para kelinci bergerombol.
 

 
Pengunjung yang datang ke Okunoshima semakin tahun semakin meningkat dengan total 120.000 orang per tahun. Rupanya para turis sangat senang bermain dengan kelinci-kelinci liar tapi jinak ini. Sejujurnya saya bukan “bunny person” dan ketika tau akan pergi ke Rabbit Island sempat parno apakah kelinci-kelinci ini akan galak atau tidak. Tapi ternyata, kelinci-kelinci di Okunoshima sangat jinak, dan tidak agresif.
 

Tapi, meskipun jinak, ada hal-hal yang harus diperhatikan untuk pengunjung yang datang ke Okunoshima. Pengunjung dilarang memberi makanan dari luar, karena di pulau tersebut sudah di sediakan makanan untuk kelinci. Dilarang petting atau mengelus-elus kelinci nya, karena kelinci bukan kucing dan they are not your pet, they are still wild. Pengunjung yang datang ke pulau ini juga dilarang membawa binatang peliharaan dan jika ingin memberi makanan kelinci, lebih baik di taruh di tanah daripada di berikan langsung melalui tangan ke mulut kelinci untuk menghindari tangan di gigit kelinci.



Bukan hanya orang tua yang mengajak anak-anak nya untuk bertemu dengan kelinci, tapi juga banyak beberapa orang tua yang sengaja datang untuk bermain dengan kelinci-kelinci ini.



Di dalam Pulau Kelinci ini, terdapat sebuah museum gas beracun. Rupanya pada tahun 1920, pulau Okunoshima di jadikan sebuah pulau untuk percobaan gas beracun. Sounds scary, doesn’t it ? Tapi keberadaan ratusan kelinci liar di puau ini tidak ada kaitannya dengan sejarah gelap ini.


Kelinci ini kabarnya dulu di bawa oleh anak-anak SD. Mereka membawa 7 kelinci pertama yang di lepaskan di Okunoshima, yang kemudian berkembang biak dengan sendirinya. Hmmm berarti ratusan kelinci-kelinci ini semuanya hampir saudaraan ya. What a big big family :D

 
 
Menurut saya menikmati Okunoshima bukan hanya dengan bermain bersama kelinci-kelinci lucu saja, tapi juga suasana pulau nya yang sangat tenang. Ada sebuah pedestrian di samping laut biru yang di tata sangat rapih dan fotogenik lengkap dengan daun-daun berwarna merah yang mulai berguguran.

 





Cheers,
Kadek Arini

FOLLOW ME ON
Instagram : @kadekarini
YouTube : Kadekarini

You Might Also Like

0 comments